dari Tempat Transit Hingga jadi Destinasi Wisata Terintegrasi
-->
Kategori Berita

Label

Iklan

Header Menu

Rabu, 18 Februari 2026

dari Tempat Transit Hingga jadi Destinasi Wisata Terintegrasi



Www.kaliandanews.com, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memajukan sektor kepariwisataan dan perekonomian daerah.


Kendati memiliki bentang alam yang indah, sektor pariwisata baru berkontribusi sekitar 1,27 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun 2025 lalu padahal kunjungan wisatawan terus meningkat tiap tahunnya. 


Karenanya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan enggan menyia nyiakan peluang kunjungan wisata yang mengalami kenaikan tersebut. Upaya  jemput bola ke Jakarta pun intens dilakukan.


Teranyar, Radityo Egi Pratama sebagai Bupati kebanggan masyarakat Lampung Selatan melakukan kerja-kerja komunikasi dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, dan Komisaris Utama In Journey serta Direktur Utama ITDC di Kantor Kementerian BUMN, belum lama ini.


Bupati Egi menyebut Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi besar yang belum dikelola secara optimal. Dengan posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra dan kedekatannya dengan Jakarta, daerah ini dinilai memiliki keunggulan kompetitif untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan.


“Lampung Selatan ini seperti hidden paradise. Alamnya indah, posisinya strategis, dan punya ikon dunia seperti Gunung Anak Krakatau. Tantangannya adalah bagaimana kita mengelola dan mengintegrasikan potensi itu agar memberi nilai tambah ekonomi,” ujar Egi.


Menurutnya, kolaborasi dengan Danantara dan BUMN sektor pariwisata menjadi langkah konkret untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata berbasis integrasi. 


Pemerintah daerah membutuhkan dukungan investasi, transfer pengetahuan, serta perencanaan terpadu agar potensi yang ada dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.
Pengembangan kawasan terintegrasi dinilai penting guna meningkatkan daya tarik dan memperpanjang lama tinggal wisatawan.


Dony Oskaria menilai Lampung Selatan memiliki sejumlah destinasi potensial yang sebagian berada dalam ruang lingkup aset BUMN. Ia menekankan pentingnya percepatan pengembangan kawasan wisata terintegrasi untuk meningkatkan daya saing daerah.


“Lampung Selatan dekat sekali dengan Jakarta, apalagi sekarang akses tol sudah memadai. Potensinya luar biasa dan harus dioptimalkan,” ujarnya.


Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong peningkatan belanja wisatawan, memperpanjang length of stay, dan menciptakan multi plier effect bagi perekonomian masyarakat setempat.


Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, Pemkab Lampung Selatan menyiapkan sejumlah langkah pendukung, antara lain penyusunan blueprint pengembangan wilayah berbasis potensi pariwisata, penguatan city branding “South Lampung Spirit of Krakatoa”, digitalisasi pelayanan publik melalui HALLO LAMSEL dan Mal Pelayanan Publik.


Kemudian, pengembangan aplikasi virtual tour, kemudahan perizinan, pelibatan masyarakat lokal, serta kolaborasi penta helix.


Dengan konektivitas yang terus membaik dan posisi strategis sebagai Beranda Sumatra, Lampung Selatan diproyeksikan bertransformasi dari daerah transit menjadi destinasi wisata berbasis kawasan terintegrasi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. (red)