KALIANDANEWS, LAMSEL – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mencatat capaian realisasi pembangunan infrastruktur tahun 2025 sebesar Rp257.954.177.287 atau 100 persen dari total anggaran yang tersebar di 17 kecamatan.
Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan, Ir. Agnatius Syahrizal, S.T., M.T., menyampaikan, realisasi tersebut difokuskan pada penanganan jalan serta pembangunan dan rehabilitasi jembatan, gorong-gorong, dan drainase guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Berdasarkan data rekapitulasi, alokasi anggaran terbesar berada di Kecamatan Kalianda dengan total Rp51.059.789.692 atau 19,8 persen dari total anggaran. Anggaran tersebut digunakan untuk penanganan jalan sepanjang 41.885 meter serta pembangunan jembatan dan drainase sepanjang 16.640 meter.
Posisi kedua ditempati Kecamatan Natar dengan total Rp34.404.050.624 (13,3 persen), disusul Kecamatan Jati Agung sebesar Rp24.405.096.293 (9,5 persen). Sementara itu, Kecamatan Sidomulyo dan Candipuro masing-masing memperoleh Rp18,8 miliar (7,3 persen) dan Rp18,2 miliar (7,1 persen).
Secara keseluruhan, total penanganan jalan di 17 kecamatan mencapai 272.235 meter dengan nilai anggaran Rp220.844.766.212. Sedangkan untuk pembangunan jembatan, gorong-gorong, dan drainase terealisasi sepanjang 27.240 meter dengan nilai Rp37.109.411.075.
Beberapa kecamatan dengan porsi anggaran signifikan lainnya antara lain Kecamatan Palas Rp15.652.351.246 (6,1 persen), Merbau Mataram Rp15.300.216.869 (5,9 persen), Tanjung Bintang Rp12.506.038.458 (4,8 persen), Ketapang: Rp11.036.273.928 (4,3 persen), Way Sulan: Rp10.901.462.083 (4,2 persen), Katibung: Rp10.569.782.576 (4,1 persen), dan Penengahan: Rp10.648.869.992 (4,1 persen).
Sementara itu, kecamatan dengan alokasi relatif kecil di antaranya Bakauheni Rp3.145.101.423 (1,2 persen), Rajabasa Rp3.307.620.793 (1,3 persen), dan Tanjung Sari Rp4.279.086.285 (1,7 persen).
Ir. Agnatius Syahrizal menjelaskan, distribusi anggaran disesuaikan dengan kebutuhan prioritas, tingkat kerusakan infrastruktur, serta peran strategis wilayah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Peningkatan kualitas jalan dan sistem drainase menjadi fokus utama karena berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta konektivitas antar pusat kegiatan ekonomi,” ujarnya.
Dengan realisasi yang mencapai 100 persen, PUPR Lampung Selatan optimistis kualitas infrastruktur dasar di wilayah tersebut semakin merata.
Pemerintah daerah berharap pembangunan yang telah dilaksanakan pada 2025 mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat akses layanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh kecamatan.(red)














Komentar