Pantau Arus Mudik di Bakauheni, Tim KemenHAM Petakan Jam Rawan Kemacetan
-->
Kategori Berita

Label

Iklan

Header Menu

Kamis, 19 Maret 2026

Pantau Arus Mudik di Bakauheni, Tim KemenHAM Petakan Jam Rawan Kemacetan

 



BAKAUHENI – Tim Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) yang dipimpin Penta Peturun memantau langsung arus mudik di Pelabuhan Bakauheni dan memetakan jam-jam rawan kemacetan selama periode Lebaran 2026.


Pemantauan bersama Pemprov Lampung, aparat kepolisian, TNI, dan PT ASDP menunjukkan kapasitas kapal penyeberangan mencukupi. Namun, potensi antrean panjang tetap tinggi jika pemudik datang bersamaan.


“Macet besar bukan karena kapal kurang, tetapi karena kendaraan datang dalam waktu yang sama,” ujar Penta.


Berdasarkan data proyeksi, sebanyak 319.916 kendaraan dan 108.050 penumpang diperkirakan menyeberang dengan dukungan 2.481 trip kapal. Lonjakan didominasi kendaraan pribadi dan sepeda motor.


Tim memetakan jam rawan kemacetan, yakni pada periode awal mudik (H-4 hingga H-2) pukul 15.00–23.00 WIB dengan antrean 2–4 jam. Puncak mudik (H-3) diprediksi terjadi pukul 17.00–02.00 WIB dengan antrean 3–5 jam.



Sementara arus balik (H+3 hingga H+6) dinilai lebih padat, dengan antrean mencapai 4–6 jam atau lebih, terutama jika dipengaruhi cuaca dan kendaraan logistik.


Pemudik disarankan menyeberang pada dini hari hingga pagi (01.00–10.00 WIB) dan menghindari sore hingga malam hari. Selain itu, masyarakat diimbau tidak datang terlalu awal tanpa tiket karena berisiko terjebak antrean panjang.


KemenHAM juga menekankan pentingnya layanan bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, termasuk penyediaan jalur prioritas dan ruang istirahat.


Pemerintah daerah juga diminta aktif menyampaikan informasi kepadatan arus secara real time agar pemudik dapat menyesuaikan waktu perjalanan.


Penta Peturun mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari membeli tiket lebih awal, datang sesuai jadwal, mengikuti rekayasa lalu lintas, hingga menyiapkan kebutuhan pribadi seperti air minum, obat-obatan, dan makanan ringan.


“Mudik bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi bagaimana perjalanan itu tetap aman dan manusiawi,” ujarnya.