www.kaliandanews.com, bakauheni– Ancaman penumpukan sampah di pesisir Selat Sunda mendorong Mitra Bentala bersama Asian Disaster Preparedness Center (ADPC), Universitas Indonesia Mandiri (UIM), dan UKM SPAB UIM menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Balai Desa Kelawi, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Kelawi Bersih agar mampu mengurangi pencemaran lingkungan, menekan risiko banjir, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Jahrudin dari Mitra Bentala menjelaskan, meningkatnya jumlah penduduk dan kunjungan wisatawan menyebabkan volume sampah di Desa Kelawi terus bertambah. Sebagian besar sampah berupa plastik dan styrofoam masih berakhir di saluran drainase dan pantai sehingga mengancam ekosistem laut serta meningkatkan risiko banjir.
FGD diikuti 31 peserta yang terdiri dari Pemerintah Desa Kelawi, Dinas Lingkungan Hidup Lampung Selatan, Pokdarwis, Bank Sampah Kelawi Bersih, Destana, FPRB, UIM, UKM SPAB UIM, serta perwakilan dunia usaha.
Dosen Universitas Indonesia Mandiri, Ence Sopyan, S.Sos., M.A.P., menegaskan bahwa Bank Sampah harus memiliki legalitas, standar operasional (SOP), dan sumber daya manusia yang kompeten agar dapat berkembang secara berkelanjutan. UIM juga siap mendukung melalui pelatihan, pendampingan kelembagaan, dan pengembangan alat pencacah sampah.
Sementara itu, Ketua UKM SPAB UIM, Tozzy Guspa Robbi, mengajak masyarakat membangun budaya memilah dan menabung sampah melalui pendekatan keluarga. Menurutnya, keberhasilan Bank Sampah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, pemberian insentif kepada nasabah, serta pengelolaan yang transparan dan akuntabel.
FGD menghasilkan kesepakatan membentuk Tim Akselerasi Ekonomi Sirkular Bank Sampah Kelawi Bersih yang akan menyusun peta jalan pengembangan bank sampah, memperluas edukasi pemilahan sampah, serta membangun kerja sama dengan dunia usaha untuk pemasaran hasil daur ulang.
Melalui kolaborasi Mitra Bentala, ADPC, UIM, Pemerintah Desa Kelawi, dan berbagai pemangku kepentingan, Desa Kelawi ditargetkan menjadi percontohan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Sirkular dan Ketahanan Bencana di pesisir Selat Sunda.(Red KN)














Komentar