Megathrust Selat Sunda Ancam 2.500 Siswa, Desa Kelawi Perkuat Program Sekolah Aman Bencana
-->
Kategori Berita

Label

Iklan

Header Menu

Selasa, 30 Juni 2026

Megathrust Selat Sunda Ancam 2.500 Siswa, Desa Kelawi Perkuat Program Sekolah Aman Bencana




www.kaliandanews.com, Lampung Selatan – Ancaman gempa megathrust dan tsunami di Selat Sunda masih membayangi Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni. Lebih dari 2.500 siswa dan tenaga pendidik di tujuh sekolah berada di kawasan rawan bencana, sementara sebagian besar sekolah belum memiliki sistem kesiapsiagaan yang memadai.

Kondisi tersebut mendorong Destana Desa Kelawi bersama Mitra Bentala melalui Program SPRINT II menggandeng Universitas Indonesia Mandiri (UIM) dan UKM SPAB UIM menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Balai PSHT Lampung Selatan, Selasa (30/6/2026).

FGD diikuti 27 peserta yang terdiri dari Pemerintah Desa Kelawi, BPBD Lampung Selatan, Dinas Pendidikan, perwakilan dunia usaha, FPRB Desa Kelawi, UKM SPAB UIM, serta kepala sekolah dari tujuh satuan pendidikan di Kecamatan Bakauheni.

Sekretaris BPBD Lampung Selatan, Nanang Hadiyana, menegaskan pentingnya memperkuat aspek fisik sekolah. Menurutnya, setiap sekolah perlu melakukan asesmen bangunan, memastikan jalur evakuasi aman, serta menyediakan ruang aman sementara saat terjadi gempa.

Sementara itu, dosen UIM Ence Sopyan menilai SPAB harus menjadi investasi jangka panjang dalam membangun budaya sadar bencana. Ia merekomendasikan pemetaan kesiapsiagaan keluarga, pengembangan inovasi sederhana seperti alarm gempa dan tas siaga, penguatan basis data kebencanaan, serta pemberian penghargaan bagi sekolah yang konsisten menerapkan SPAB.

Ketua UKM SPAB UIM, Tozzy Guspa Robbi, mengingatkan bahwa pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya BPBD atau sekolah. Ia menekankan pentingnya keterlibatan orang tua, komite sekolah, warga sekitar, hingga tenaga pendukung sekolah dalam menyusun peta risiko dan jalur evakuasi.

"Kita jangan bergerak hanya setelah bencana terjadi. Pendidikan kebencanaan harus dimulai dari rumah agar korban dan kerugian dapat diminimalkan," ujarnya.

Para guru yang hadir berharap kegiatan ini ditindaklanjuti dengan pelatihan dan simulasi bencana di sekolah. Mereka menilai praktik langsung akan meningkatkan kesiapsiagaan guru maupun peserta didik menghadapi gempa, tsunami, maupun banjir.

Ketua Tim Destana Desa Kelawi, Toni Saputra, menegaskan bahwa FGD menjadi langkah awal implementasi SPAB di wilayah Bakauheni. Destana berkomitmen memperluas sosialisasi dan pendampingan agar sekolah-sekolah di kawasan pesisir memiliki sistem kesiapsiagaan yang lebih baik.

Sebagai hasil FGD, para peserta menyepakati pembentukan Tim Kerja Percepatan Implementasi SPAB Desa Kelawi. Tim ini akan menyusun rencana aksi yang meliputi asesmen kesiapsiagaan di tujuh sekolah, penyusunan peta risiko dan jalur evakuasi, pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah, serta pelaksanaan simulasi bencana secara berkala.

Melalui kolaborasi Destana Desa Kelawi, Mitra Bentala, Universitas Indonesia Mandiri, UKM SPAB UIM, Pemerintah Desa Kelawi, dan BPBD Lampung Selatan, Desa Kelawi ditargetkan menjadi percontohan Desa dan Sekolah Tangguh Bencana di Kabupaten Lampung Selatan.(Red KN)