www.kaliandanews.com, Lampung Selatan – Jajaran Polres Lampung Selatan membubarkan lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas sabung ayam di sekitar kawasan Gunung Rajabasa, Desa Betung, Kecamatan Rajabasa, Minggu (16/8/2026) sore.
Polres Lamsel lakukan penggerebekan sebagai tindak lanjut aduan masyarakat terkait dugaan maraknya aktivitas perjudian sabung ayam yang meresahkan.
Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Stefanus Boyoh membenarkan kegiatan tersebut.
"Betul, itu kegiatan yang dilaksanakan Polres. Karena ada aduan terkait dugaan lokasi sabung ayam di sekitar Gunung Rajabasa desa Betung," ujarnya saat dikonfirmasi.
Dalam pembubaran itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti di arena. Barang yang disita berupa beberapa unit sepeda motor, enam ekor ayam, ambal, serta peralatan yang berkaitan dengan arena sabung ayam.
Stefanus tidak merinci jumlah maupun jenis sepeda motor yang diamankan. Kepolisian juga memastikan tidak ada orang yang ditangkap atau diamankan dalam kegiatan pembubaran tersebut.
"Belum ada orang yang ditangkap atau diamankan saat kegiatan pembubaran," kata Stefanus.
Penggerebekan ini merupakan bagian dari Operasi Penyakit Masyarakat yang dilaksanakan Polres Lampung Selatan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar momentum peringatan kemerdekaan diisi dengan kegiatan positif yang meningkatkan semangat nasionalisme maupun kegiatan keagamaan.
"Terkait kendaraan yang diamankan, masyarakat yang merasa sebagai pemilik dapat mendatangi Mapolres Lampung Selatan dengan membawa identitas diri serta dokumen kendaraan. Polisi akan melakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pembinaan terhadap pemilik kendaraan," jelasnya.
Stefanus juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengisi perayaan Hari Kemerdekaan dengan aktivitas yang mengarah pada kriminalitas maupun tindakan yang menimbulkan keresahan.
Sebelumnya, informasi mengenai adanya penggerebekan lokasi sabung ayam di Desa Betung sempat beredar. Kepala Desa Betung Ahmad Afandi membenarkan adanya penindakan tersebut, namun saat itu belum mengetahui secara pasti pihak yang melakukan kegiatan maupun apakah ada warga yang diamankan. (Red)














Komentar